Di dalam sakit, aku berjalan
Sedang tubuhku tak bergerak,
di atas ranjang terbaring
antara sadar dan jaga
seperti lampu minyak
hendak padam.
Langkah kakiku menyusuri jalan
yang ujungnya entah di mana;
begitu jauh. Langit muram
jelang malam, tak ada suara-suara
dari yang kucintai
sepanjang usiaku.
Aku mengharapkan
suara langkah anak-anak
berlari ke pagar rumah
dan menungguku pulang,
atau nyanyian istriku
saat meninakbobokkan
pada malam hari.
Aku rasakan sepi
di dalam jantungku
menyebar
ke seluruh tubuhku
seperti darah
dipompakan.
Aku hanya mendengar satu suara:
bunyi mesin kardiografi: bip bip bip
dan itu suara jantungku
yang lemah,
sangat lemah.
Aku ingat ucapan dokter
tentang hariku
segera selesai
dan mereka, keluargaku,
harus berdamai
tapi aku tak ketakutan
membayangkan pergi
ke suatu tempat
dan tidak seorang pun
yang aku kenali
di tempat itu.
Hanya Tuhan mahatahu
aku dekat dengannya
di dalam nafasku
ia adalah nafasku
dan ia menemaniku
di dalam sakit,
saat aku berjalan
dan aku tahu tubuhku
tidak bergerak
di ranjang.


Terima kasih atas pesan Anda