DI RANJANG RUMAH SAKIT

Sinar Tabagsel
By - Budi Hatees
0



Di dalam sakit, aku berjalan

Sedang tubuhku tak bergerak,

di atas ranjang terbaring

antara sadar dan jaga

seperti lampu minyak

hendak padam.

 

Langkah kakiku menyusuri jalan

yang ujungnya entah di mana;

begitu jauh. Langit muram

jelang malam, tak ada suara-suara

dari yang kucintai

sepanjang usiaku.

 

Aku mengharapkan

suara langkah anak-anak

berlari ke pagar rumah

dan menungguku pulang,

atau nyanyian istriku

saat meninakbobokkan

pada malam hari. 

 

Aku rasakan sepi

di dalam jantungku

menyebar

ke seluruh tubuhku

seperti darah

dipompakan.

 

Aku hanya mendengar satu suara:

bunyi mesin kardiografi: bip bip bip

dan itu suara jantungku

yang lemah,

sangat lemah.

 

Aku ingat  ucapan dokter

tentang hariku

segera selesai

dan mereka, keluargaku,

harus berdamai

tapi aku tak ketakutan

membayangkan pergi

ke suatu tempat

dan tidak seorang pun

yang aku kenali

di tempat itu.

 

Hanya Tuhan mahatahu

aku dekat dengannya

di dalam nafasku

ia adalah nafasku

dan ia menemaniku

di dalam sakit,

saat aku berjalan

dan aku tahu tubuhku

tidak bergerak

di ranjang. 

Tags:

Post a Comment

0 Comments

Terima kasih atas pesan Anda

Post a Comment (0)
3/related/default