Puisi Perceraian

Sinar Tabagsel
By -
0


Puisi Budi Hatees

PERNIKAHAN

Tak pernah aku bayangkan pernikahan
mengubah anak muda yang nakal dalam diriku
jadi sapi dicocok hidungnya di hadapanmu;
penurut yang hanya bisa menundukkan kepala.

Apakah cinta dapat mengubah sesuatu?

Tak pernah aku miliki perasaan itu padamu
sebelum ijab qobul, kutolak jadi dekat denganmu
kemudaanku masih dilimpahi cahaya 
kebahagiaan dan kemerdekaan. Aku merayakannya
dengan pesta dan menguji coba rayuan berbisa
untuk memetik bunga-bunga.


 


 
Puisi Budi Hatees

PERCERAIAN

yang menghancurkan 
bukan perceraian
tapi sepasang mata kecil 
yang menatap 
dari balik tirai pintu. 
mata paling sedih
yang pernah ada, 
dan itu milik anaknya

si suami tak tahu lagi 
apa yang terjadi 
setelah itu, ia keluar dari pintu 
dan tak pernah menoleh. 
tapi ia tahu, pintu yang terbuka itu 
adalah jalan yang akan membawanya
terlepas dari segala ikatan

menuju kebebasan membebaskannya



Mata itu seperti sebuah telaga
Yang airnya tercurah
Bergulir. Bergulir. Bergulir
Si laki-laki tak tahu lagi
Apa yang terjadi setelah itu
Ia pergi. Melangkah.
Pintu yang terbuka itu
Satu-satunya jalan 
Yang akan membebaskannya
Dari semua ikatan
yang mengekang. Ia lihat langit
luas dan biru. Ia lihat jalan
Panjang dan lengang
Ia selalu punya tujuan
Melangkah dan tak menoleh 
Ia tahu si perempuan membara
dengan segala tuduhannya
Terbakar. Menyala.
Terbakar lagi.
Dan ia akan meledak. Blaar!
Tubuhnya menjadi kepingan
rasa kecewa demi rasa kecewa
Tapi si laki-laki telah pergi
Mencegat sebuah taxi
Melesat ke pusat kota
Memesan segelas kopi di sebuah kedai
Berbincang dengan seseorang
Seakan-akan tidak ada yang terjadi
Tak ada yang bercerai
Ia tidak menyesalkannya
Ia tak menyesalkannya

ANAKKU PEREMPUAN

Anakku perempuan.
Seperti ibunya. Membenciku

Aku mungkin bukan ayahnya
Mungkin bukan siapa siapa baginya
Biarlah
Perempuan selalu berhasil menyimpan kemarahan
Meskipun tak ada alasan untuk marah
Mereka seperti gunung berapi
Piawai menyimpan magma
Di perutnya
untuk diledakkan



Tags:

Post a Comment

0 Comments

Terima kasih atas pesan Anda

Post a Comment (0)
3/related/default