Di lereng Sibualbuali, aku adalah tenda
Sewarna rumput-rumput di tanah
Kusembunyikan laki-laki itu di tubuhku
.
Angin yang membawa lembing
Ketajaman mata lembing tak menembus
Kehangatan parasut dan mantel tebal
di tubuhnya. Hujan menurunkan jeruji
Mengurung laki-laki itu bersama keinginan
Menyusuri kanopi hutan hujan tropika sumatera
Hutan adalah tahta bagi flora dan fauna
.
Nyanyian katak dari sungai kecil di sampingku
Air jernih menampakkan lumut pada batu
Ritme tetes air jatuh dari daun-daun
Harmoni ansambel melodi dari konser alami
.
Laki-laki terkantuk-kantuk bersama buku puisi
Dan hujan tiba-tiba berhenti, langit
terbuka dan matahari menyala. Matahari
di mana-mana sebagai cahaya berpijar-pijar
dari butir-butir air di daun-daun,
di rumput-rumput, di permukaan sungai kecil
ketika laki-laki itu keluar dari tubuhku.
.
Berdiri di atas rumput, menyimak harmoni
melodi dan mulai berputar-putar
dalam tarian. Aku dengan seruling
selendang biru, seperti tangan yang lembut
menyentuh jiwaku.
.


Terima kasih atas pesan Anda