LADA



1

Serupa sirih bebatangnya merambat lirih 
            di pokok-pokok trembesi  
Bersulih hari,  musim berganti,  
bunga-bunga di bebatang itu bersemi
        di balik daun-daun sembunyi. 

Waktu merawatnya dari amuk serangga,
        sayap-sayap angin memaksa serbuknya
gugur di putik bunga-bunga. Pertemuan keduanya
            menguntai bulir manik-manik permata
hijau,  bersulih warna memerah rupa, 
    menguntai indah seperti kalung batu permata

Merah itu meledak jadi rasa  
            pedas, membakar, mengalir ke jiwa
sebagai kehangatan. Sejak itu segalanya menyala
    nikmat ikan baung bertahan di  pangkal lidah
dan orang-orang suka cita 

2

Berabad-abad lalu perahu layar entah dari mana
          merapat di pantai. Orang-orang turun menanyakan lada
sambil menancapkan kuku-kukunya
                dan mencakarkan kekuasaannya.

Sejak itu sesuatu pecah dari lada, 
            bukan lagi pedas bikin gairah
tapi getah kental yang meninggalkan luka 
di dalam jiwa

Dan para punyimbang  hanya sepakat, 
--mereka yang kami daulat
sebagai junjungan, tunduk sebagai laknat 
yang khianat


No comments

Post a Comment

Terima kasih atas pesan Anda

Home
BROWSE ALL Have no any related posts Search Archive Not found your key word, please try another one!